Popular Post

Archive for Mei 2011

chiOS (Cimahi Operating System)

By : Rizky
Apa itu chiOS?
chiOS adalam sistem operasi Linux, merupakan singkatan dari "Cimahi Operating System"
*chiOS juga merupakan singkatan dari cimahi Open Source
OS ini telah diterapkan pada PEMKOT Cimahi sendiri
OS ini merupakan hasil remastering dari Ubuntu
Penggunaan sistem operasi Cimahi Open Source (ChiOS) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi baru mencapai 25 persen. Dari sekitar tiga ratus unit komputer yang ada, baru 75 unit yang sudah menggunakan ChiOS sebagai sistem operasi menggantikan Windows yang notabene paling sering digunakan masyarakat.
Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan, dan Pengolahan Data Elektronik (KAPPDE) Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Hadi mengatakan, pada 2010, sebenarnya ditargetkan sekitar 50 persen komputer yang digunakan pegawai dan pejabat Pemerintah Kota Cimahi sudah bisa menggunakan ChiOS sebagai sistem operasi. “Namun, ada kendala keterbatasan pengetahuan pengguna. Mereka masih perlu pendampingan, jadi harus bertahap,” katanya saat ditemui Minggu (9/1).
Untuk itu, pada 2011 ini, kata Hadi, mereka menargetkan pada akhir tahun seluruh komputer yang digunakan di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi sudah menggunakan sistem operasi ChiOS beserta seluruh aplikasi turunannya yang masuk dalam kategori legal.
Hadi mengakui, saat ini, sebagian besar komputer di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi masih menggunakan sistem operasi dan aplikasi berbasis Windows. Namun, Hadi tidak menampik jika kemungkinan di antara sekian banyak sistem operasi dan aplikasi berbasis Windows tersebut, lisensinya ada yang masih ilegal.
Hal tersebut, kata Hadi, tidak terlepas dari proses pengadaan komputer yang sudah dibeli dalam satu paket bersama sistem operasi dan aplikasinya dari toko. “Saat itu, tidak ada yang tahu bahwa si penjual memberikan sistem operasi dan aplikasi dengan lisensi resmi atau ilegal,” tuturnya.
Berhemat
Hadi berharap, dengan adanya sistem operasi ChiOS, legalisasi sistem operasi dan aplikasi komputer di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi bisa segera terwujud tanpa perlu dukungan biaya yang besar. Pasalnya, Linux memang tersebar dan bebas digunakan oleh siapa saja tanpa perlu membeli lisensi.
Pemilihan sistem operasi itu tentunya lebih murah ketimbang harus membeli lisensi Windows yang cukup mahal. Seperti diketahui, harga satu lisensi Windows XP saja dapat mencapai angka lebih dari Rp 1 juta dan hanya bisa digunakan di beberapa komputer. Dengan jumlah komputer sekitar tiga ratus unit, tentunya Pemerintah Kota Cimahi harus mengeluarkan dana tidak sedikit hanya untuk upaya legalisasi sistem operasi komputer.
Terkait masih kurangnya pemahaman pegawai Pemkot Cimahi terhadap penggunaan sistem operasi selain Windows, Hadi mengatakan, proses pendampingan dan pelatihan akan terus dilakukan terhadap para pegawai di lingkungan pemerintah kota.
“Untuk 2011, selain mengganti sistem operasi pada komputer jajaran pemkot yang masih memakai Windows dengan ChiOS, para penggunanya juga akan kami beri pelatihan yang lebih intensif agar dapat menggunakannya dengan optimal,” katanya menjelaskan.



Open Source" Chios Segera Diterapkan

MENGUKUHKAN diri sebagai cyber city, Cimahi kembali unjuk gigi dengan memperkenalkan sistem operasi open source sendiri bernama Chios. Penggunaan Chios akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi mulai dari tingkat kelurahan. Nama Chios diambil dari unsur kata Cimahi Open Source.

Chios merupakan sistem operasi hasil remastering dari Ubuntu. "Dilihat dari kemampuannya, Chios Ini temyata hampir setara dengan sistem operasi yang biasa digunakan saat ini," kata Wali Kota Cimahi Hoc Tochija dalam acara sosialisasi penggunaan dan pemanfaatan peranti lunak legal dan open source software di lingkup kerja Pemerintah Kota Cimahi, Senin (17/5). Dengan kesetaraan tersebut.

Itoc berharap, tidak ada penolakan dengan alasan kesulitan dalam pengoperasian ketika semua sistem operasi diubah menjadi Chios. Perubahan ini, kata Itoc, sebagai salah satu upaya dalam memerangi pembajakan yang ada saat Ini. "Kita harus menghargai hasil karya orang lain. Untuk itu, kita harus berkreasi. Memiliki produk sendiri dan digunakan sendiri tentunya akan lebih bermanfaat.

Dengan adanya Chios, saya berharap penggunaan software bajakan di Cimahi dapat befaurang dari menjadi tidak ada sama sekali," tuturnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Facebook Chios, sampai saat ini Chios telah memiliki 4 versi uji coba, yaitu 0.1 (Debian.base), 0.4 (pegembangan dari 0.1), 1.0 (Ubuntu base) dan 1.1 BETA (pengembangan dari 1.0).

Meski versi 1.1 release yang rencananya dibagi ke dalam tiga varian (pemerintahan, institusi pendidikan, dan umum) masih dalam pengembangan, para pengembang perangkat lunak berbasis open source di Kota Cimahi, tidak segan-segan memberi sebuah codename untuk versi 1.1 BETA dengan sebutan Chios 1.1 Vrontados (versi government dan public) dan Chios 1.1 Edulis (versi edukasi untuk institusi pendidikan).

Sementara Itu, Kasubdit Interoperabilitas dan Interkonektivitas Sistem Informasi Dit SIPLK, Kementerian Komunikasi dan Informatika Pancal Setyantana yang hadir sebagai pembicara mengatakan, Indonesia pernah masuk dalam priority watch list sebagai tiga negara terbesar pembajak peranti lunak pada 2004.

Setelah adanya usaha penegakan UU No. 19/2002 tentang Hak Kekayaan Intelektual, kini Indonesia turun ke posisi sembilan dan tidak lagi masuk daftar pengawasan prioritas (priority watch listi tapi turun ke daftar pengawasan

Sejarah Versi (Rilis)
Dimulai dari versi 0.1* => 0.4* => 1.1 (codename: vrontados) => 1.4 (codename: vrontados) => 2.0 (Baros Bougenville)
0.1 => Debian based
0.4-1.1 => remaster Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope)**
1.4-2.0 => 9.10 karmic koala**
*ket : tanpa codename
**ket : kita menggunakan yang jadul agar dapat di lo-end dan hi-end, tapi meskipun jadul kami para developer mengoptimalisasi agar lebih bagus

di versi 2.4 kami akan start project chiOS LFS (Linux From Scratch) bukan remaster lagi (codename masih kami pikirkan)

chiOS sendiri merupakan hasil remaster para developer dari KPLI Cimahi

Berhubungan dengan Vakumnya Klub linux bandung dari milist dan kegiatan bahkan sumber daya manusianya maka kami yang member KLuB yang berasal dari regional Kota Cimahi dan sekitar untuk mendirikan KPLI Cimahi. ada beberapa alasan kami membentuk KPLI di Cimahi.

1. member KLuB sebagain besar dari Cimahi yang notabene tidak pernah mengikuti KLuBing karena kejauhan dari Cimahi yang macet ke bandung.
2. Sumber daya yang dapat di manfaatkan di Cimahi lebih terkonsentrasi, (Mungkin karena Wilayah Kota Cimahi yang Kecil), dari sisi pendidikan, bahkan perusahaan-perusahaan (Pabrik)
3. Dengan Di galakannya Cimahi sebagai Cimahi kota IT dengan dicanangkan Cimahi Cyber City, yang memiliki Base Camp di BITC sehingga memudahkan kami membentuk KPLI.

Hal ini juga berkaitan dengan Cimahi yang terus memberikan support dalam kreativitas dalam bentuk apapun sehingga mampu menciptakan salah satu sistem operasi yang cukup baik dan telah digunakan olek Pemkot Cimahi juga yaitu chios.
ada banyak rencana kegiatan yang telah di rencanakan untuk kemajuan Cimahi dalam dunia opensource khususnya pada sistem operasi GNU. Kami berharap dengan hadirnya KPLI cimahi dapat memberikan manfaat bagi Kota Cimahi. Amin.
bagi kawan-kawan yang mau bergabung silahkan menuju ke http://cimahilinux.forumotion.in

Fitur-fitur:
> GIMPshop
> Inkscape
> Blender
> OpenProj
> Compiz
> Screenlets
> VLC player
> Pitivi
> F-spot Image Viewer
> Document Viewer
> LibreOffice
> Dia
> Ubuntu Tweak
> dan masih banyak lagi
Maskot
Maskot chiOS sendiri namanya "chitux"
Merupakan perkembangan dari maskot kota Cimahi "chima"

Setting Jaringan Pada Linux Ubuntu.

By : Rizky
Dasar-dasar untuk jaringan yang didasarkan pada * nix host adalah Transport Control Protocol / Internet Protocol (TCP / IP) kombinasi dari tiga protokol. Kombinasi ini terdiri dari Internet Protocol (IP), Transport Control Protocol (TCP), dan Universal Datagram Protocol (UDP).

Secara default sebagian besar pengguna mengkonfigurasi kartu jaringan mereka selama instalasi Ubuntu. Anda dapat Namun, gunakan perintah ifconfig pada prompt atau shell grafis Ubuntu alat konfigurasi jaringan, seperti jaringan-admin, untuk mengedit perangkat jaringan sistem informasi atau untuk menambah atau menghapus perangkat jaringan pada sistem anda

Konfigurasi Network Interface Menggunakan Command-Line

Anda dapat mengkonfigurasi antarmuka jaringan dari baris perintah dengan menggunakan utilitas jaringan. Anda mengkonfigurasi jaringan anda dengan host klien baris perintah dengan menggunakan perintah untuk mengubah pengaturan Anda saat ini atau dengan mengedit beberapa file sistem.

Konfigurasi DHCP alamat untuk kartu jaringan anda

Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat DHCP anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu

sudo vi /etc/network/interfaces

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

# The primary network interface - use DHCP to find our address
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Konfigurasi Static IP address untuk kartu jaringan anda
Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat IP statis anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu

sudo vi /etc/network/interfaces

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.3.90
gateway 192.168.3.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.3.0
broadcast 192.168.3.255


Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut

sudo /etc/init.d/networking restart

Menyiapkan Kedua alamat IP atau alamat IP Virtual di Ubuntu
if you are a server system administrator or normal user some time you need to assign a second ipaddress to your Ubuntu machine.For this you need to edit the /etc/network/interfaces file and you need to add the following syntax. Below one is the only example you need to change according to your ip address settings

sudo vi /etc/network/interfaces

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

auto eth0:1
iface eth0:1 inet static
address 192.168.1.60
netmask 255.255.255.0
network x.x.x.x
broadcast x.x.x.x
gateway x.x.x.x

Anda harus memasukkan semua detail seperti alamat, netmask, network, broadcast dan gateway nilai-nilai setelah memasukkan semua nilai menyimpan file ini dan Anda harus me-restart layanan jaringan di debian dengan menggunakan perintah berikut untuk berlaku Ipaddress baru kami.

Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut
sudo /etc/init.d/networking restart

Mengatur hostname ubuntu stytemMengatur hostname anda atas instalasi ubuntu sangat mudah. Anda dapat langsung query, atau menetapkan, nama host dengan perintah hostname.
Sebagai pengguna Anda dapat melihat nama host Anda saat ini dengan
sudo /bin/hostname

Contohe
Untuk mengatur nama host anda dapat langsung menjadi root dan run..
sudo /bin/hostname newname
Ketika boot sistem anda akan secara otomatis membaca nama host dari file / etc / hostname
Setting up DNS
Ketika datang ke DNS setup Ubuntu tidak berbeda dari distro lain. Anda dapat menambahkan nama host dan alamat IP ke file / etc / hosts untuk pencarian statis.
Menyebabkan mesin anda untuk berkonsultasi dengan nama server tertentu untuk pencarian Anda cukup menambahkan alamat mereka ke / etc / resolv.conf.
Sebagai contoh suatu mesin yang harus melakukan lookup dari DNS server pada alamat IP 192.168.3.2 akan memiliki file resolv.conf tampak seperti ini

sudo vi /etc/resolv.conf

masukkan rincian berikut

search test.com
nameserver 192.168.3.2


Read more: setting jaringan di ubuntu lewat terminal |Ubuntu Online :: Tutorial Ubuntu, Tutorial Instalasi Ubuntu, Sejarah Ubuntu, Ubuntu News
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike
Sumber

- Copyright © Rizky Syahrian - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -